The Place To Satisfy Every Children's Need

Susu Formula Untuk Bayi




baby-drink-milk

Susu formula untuk bayi mungkin merupakan alternatif yang praktis dan aman untuk menggantikan ASI. ASI direkomendasikan untuk diberikan secara eksklusif (hanya ASI saja) selama 6 bulan pertama. Namun apabila memang tidak memungkinkan, maka dapat diganti dengan susu formula. Susu formula juga dapat diperkenalkan setelah usia 6 bulan untuk melengkapi makanan padat. Berikut ini beberapa informasi tentang susu formula.

Ada 3 tipe susu formula untuk bayi yaitu:

  • Formula susu sapi.
    Kebanyakan susu formula untuk bayi dibuat dari susu sapi yang telah dibuat semirip mungkin kandungannya dengan ASI. Susu formula jenis ini memberikan keseimbangan nutrisi yang baik bagi bayi dan juga mudah untuk dicerna. Hanya untuk sebagian bayi ada yang mungkin alergi terhadap susu sapi sehingga harus diberikan susu formula jenis yang lain.
  • Formula kacang kedelai.
    Formula susu kacang mungkin merupakan pilihan lain bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Formula ini dapat berguna bila Anda ingin mengurangi protein hewani dari diet anak Anda. Tetapi biasanya bayi yang alergi terhadap susu sapi kemungkinan besar juga alergi terhadap susu kacang.
  • Formula Protein hidrolisat
    Susu formula jenis ini berguna bagi mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap susu sapi ataupun susu kacang. Formula ini mudah dicerna dan sangat jarang sekali menyebabkan alergi dibandingkan formula tipe yang lain. Formula ini disebut juga dengan formula hipoalergenik. Formula dengan asam amino juga dapat diberikan untuk anak dengan alergi susu sapi.

Susu formula yang dijual di pasaran menyediakan seluruh nutrisi yang penting bagi bayi Anda. Susu yang berasal dari hewan biasanya tidak mempunyai kandungan nutrisi yang tepat, yang berarti kurangnya kandungan zat besi dalam susu. Sedangkan susu formula dibuat dengan mempertimbangkan penambahan berbagai zat atau bahan yang belum ada pada susu yang langsung diambil dari hewan. Beberapa susu formula diperkaya dengan Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (ARA). Keduanya merupakan asam lemak Omega-3 yang ditemukan di ASI dan beberapa makanan seperti ikan dan telur.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa pemberian DHA dan ARA dapat membantu perkembangan otak serta penglihatan anak. Namun ada beberapa penelitian lain yang menunjukkan bahwa pemberian DHA dan ARA tidak bermanfaat. Beberapa susu formula juga ditambahkan dengan prebiotik dan probiotik yang berguna untuk membantu pertumbuhan bakteri di usus, yang pada akhirnya akan meningkatkan sistem imun anak. Beberapa penelitian memperkuat kegunaan penambahan prebiotik dan probiotik ini, tetapi untuk konsumsi jangka panjang masih dipertanyakan.



4 comments

  1. Rissya Harluni /

    Baby saya 1M24D, waktu umur 3D bilirubinnya tinggi 17.4 disarankan untuk di bluelight dan akhirnya kami mengikuti saran dokter. 3D2N baby saya di bluelight dan bilirubinnya turun jadi8.3 dan sudah diperbolehkan pulang, masalahnya sampai sekarang kuning nya itu masih terlihat dan sudah check bilirubin ulang hasilnya masih 8.3.. apakah sufor sangat diperlukan untuk membantu Menurunkan kuning tsb? (Saya ASIX)
    Terimakasih

    • Dr. Rouli Nababan, Sp.A /

      Yth Ibu Rissya, kuning pada bayi yang timbul pada minggu pertama kelahiran biasanya akan menghilang di usia 2 minggu. Hati-hati bila pada usia lebih dari 2 minggu bayi masih kuning, apalagi usia anak ibu saat ini hampir 2 bulan. Kuning pada bayi baru lahir umumnya terjadi karena peningkatan bilirubin indirek. Keadaan ini sebagian besar dapat menghilang dengan penyinaran dan pemberian ASI atau susu formula lebih banyak. Tidak ada perbedaan antara pemberian asi dan susu formula untuk menurunkan kadar kuning pada bayi. Bila bayi masih kuning saat usia lebih dari 2 minggu sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lengkap (bukan hanya bilirubin total saja) karena ditakutkan ada masalah di organ hati anak ibu seperti atresia bilier atau mungkin ada infeksi virus atau bakteri yang belum terdeteksi saat lahir. Jadi sebaiknya Ibu membawa bayi Ibu ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
      Jadwal Praktek Dr. Rouli Nababan, Sp.A
      Dr Rouli Nababan, SpA

  2. Vidya Suwarta Ghaniy /

    Baby saya umur 2 bulan, baru beberapa hari yg lalu saya kasih baby saya sufor dan saya masih campur dengan ASI.. Yg mau saya tanyakan kenapa feses baby saya berwarna hijau alpukat dan kental ya??
    Apakah baby saya ada ketidak cocokan dengan sufor yg saya berikan?? Terima kasih..

    • Dr. Rouli Nababan, Sp.A /

      Halo Ibu Vidya Suwarta, pada dasarnya warna feses pada bayi baik yang mengkonsumsi ASI saja atau yang dikombinasi dengan susu formula memang bervariasi, Bu. Warna feses bervariasi antara kuning, kecoklatan atau kehijauan. Hal ini bisa terjadi karena susu bergerak melalui usus besar terlalu cepat sehingga empedu yang berwarna hijau tidak dipecah secara kimiawi di dalam tubuh. Tidak perlu khawatir selama frekuensi buang air besar dan konsistensi masih normal.
      Namun hati-hati bila feses berwarna merah karena bercampur darah, warna dempul/pucat karena ada sumbatan di saluran empedu dan berwarna hitam karena ada perdarahan di pencernaan bagian atas. Air susu ibu adalah pilihan yang terbaik, bila tidak ada masalah, usahakan bayinya mendapat ASI eksklusif, ya Bu.
      Jadwal Praktek Dr. Rouli Nababan, Sp.A
      Dr Rouli Nababan, SpA

Leave a Reply

Advertisement